Motivasi Berprestasi
Motivasi
Berprestasi merupakan bekal untuk meraih sukses. Sukses berkaitan dengan
perilaku 'produktif' dan selalu
memperhatikan/menjaga kualitas produknya. Motivasi berprestasi merupakan konsep
personal yang inheren yang merupakan faktor pendorong untuk meraih atau
mencapai sesuatu yang diinginkannya agar meraih kesuksesan. Setiap orang
memiliki hambatan yang berbeda-beda dalam mencapai kesuksesan, dan dengan
memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, diharapkan hambatan-hambatan
tersebut akan dapat diatasi dan kesuksesan yang dinginkan dapat diraih.
Hasibuan (2005:216) menyatakan bahwa motivasi dapat
diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri
manusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Motivasi kerja akan berpengaruh
terhadap performansi pekerja. Rumusan lain motivasi sesuai
dengan pendapat Robbins (2002:198) tentang motivasi karyawan adalah kesediaan untuk
melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan
keorganisasian, yang dikondisi oleh kemampuan upaya demikian, untuk memenuhi kebutuhan individual
tertentu.
Berdasarkan pendapat Mitchell (1981) yang dikutip oleh
Winardi (2001: 1) bahwa motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang
menyebabkan timbulnya pengarahan dan persistensi kegiatan-kegiatan sukarela
yang ditujukan ke arah pencapaian tujuan. Defenisi lain dari motivasi pendapat
dari Gray et al. (1984) dalam Winardi (2001:2) bahwa motivasi merupakan hasil
sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seseorang individu,
yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan
kegiatan-kegiatan tertentu. Seseorang yang sangat termotivasi, yaitu orang yang
melaksanakan upaya substansial, guna menunjang tujuan-tujuan produksi kesatuan
kerjanya, dan organisasi di tempat dia bekerja, seseorang yang tidak
termotivasi hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Konsep motivasi
merupakan sebuah konsep penting tentang studi tentang kinerja kerja individual.
Menurut Winardi (2001:2) motivasi merupakan sebuah determinan penting bagi
kinerja individual. Motivasi bukan satu-satunya determinan, karena masih ada
variabel-variabel lain yang turut mempengaruhinya seperti upaya (kerja) yang
dikerahkan, kemampuan orang yang bersangkutan dan pengalaman kerja sebelumnya.
Menurut Danim (2004:2) motivasi (motivation) diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat,
tekanan atau mekanisme psikologi yang mendorong seseorang atau kelompok orang
untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Motivasi dalam arti kognitif dapat diasumsikan sebagai aktivitas individu untuk
menentukan kerangka dasar tujuanan penentuan perilaku untuk mencapai tujuan
itu. Motivasi dalam arti afeksi bermakna sikap dan nilai dasar yang dianut oleh
seorang atau sekelompok orang untuk bertindak atau tidak bertindak. Kekuatan,
dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan atau mekanisme psikologi yang
dimaksudkan di atas merupakan akumulasi faktor-faktor internal dan eksternal (internal and external factors).
Faktor internal (internal
factors) bersumber dari alam diri individu itu
sendiri, sedangkan faktor eksternal (external
factors) bersumber dari luar individu. Faktor internal
dapat pula disebut sebagai akumulasi aspek-aspek intenal individu, seperti kepribadian,
inteligensi, ciri-ciri fisik, kebiasaan, kesadaran, minat, bakat, dan kemauan,
spirit, antusiasme dan sebagainya. Faktor eksternal bersumber dari lingkungan,
apakah itu lingkungan fisik, sosial, tekanan, dan regulasi keorganisasian.
Faktor internal dan eksternal itu berinteraksi dan diaktualisasikan oleh
individu dalam bentuk kapasitas untuk kerja (working performance)
atau kapasitas produksi, baik yang dapat dikuantifikasi secara hampir pasti
maupun yang bersifat variabilitas.
Motivasi berprestasi adalah semangat atau dorongan dalam
diri seseorang untuk melakukan aktivitas kerja guna mencapai suatu tujuan yang
berpengaruh positif dalam mencapai hasil yang lebih baik, dengan indikator: (a)
berusaha unggul, (b) menyelesaikan tugas dengan baik, (c) rasional dalam meraih
keberhasilan, (d) menyukai tantangan, (e) menerima tanggungjawab, (f) menyukai
situasi pekerjaan dengan tanggung jawab pribadi umpan balik dan resiko tingkat menengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar