Pada Hakekatnya makna olahraga menurut ensiklopedia
Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang
merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate
Dictonary (1980), olahraga yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk
mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam
olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)
Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses
sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong
mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang
sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan,
dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang
berkualitas berdasarkan Pancasila.
Untuk penjelasan pengertian olahraga menurut Edward
(1973), olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang
lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain;
a. Terpisah dari rutinitas
b. Bebas,
c. Tidak produktif
d. Menggunakan peraturan yang tidak baku
2. Manfaat Olahraga
Manfaat berolahraga
dapat dilihat dari dua aspek. Salah satunya manfaat olah raga terhadap otak
yang diungkapkan oleh Daniel Landers, profesor pendidikan olahraga dari Arizona
State University , antara lain:
1. Meningkatkan kemampuan otak. Latihan fisik yang rutin
dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Karena olahraga
bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah
menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal ini dapat mendorong reaksi fisik
dan mental yang lebih baik
2. Membantu menunda proses penuaan. Riset membuktikan bahwa
latihan sederhana seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi
penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya makan
penurunan mental kian lambat. Kabarnya, banyak orang merasakan manfaat
aktivitas itu setelah sembilan minggu melakukannya secara teratur tiga kali
seminggu. Latihan ini tidak
harus dilakukan dalam intensitas tinggi. Cukup berupa jalan kaki di sekitar
rumah.
3. Mengurangi stres. Olahraga dapat mengurangi kegelisahan.
Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu Anda mengendalikan amarah. Latihan
aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat Anda lebih cepat
mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari
merupakan cara terbaik mengurangi stres
4.
Menaikkan
daya tahan tubuh. Jika Anda senang melakukan olahraga meski tak terlalu lama
namun sering atau lama namun dengan santai melakukannya, maka aktivitas itu
bisa meningkatkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenalin, serotonin,
dopamin, dan endorfin. Hormon ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Studi yang dilakukan di Inggris memperlihatkan bahwa 83 persen orang yang
memiliki ganguan mental mengandalkan olahraga untuk meningkatkan mood dan
mengurangi kegelisahan. Memperbaiki kepercayaan diri, umumnya semakin mahir
seseorang dalam suatu jenis aktivitas, maka kepercayaan diri pun akan
meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga
merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak
melakukan kegiatan serupa.
B. Pengertian
dan Manfaat Kesehatan
1. Pengertian Kesehatan
Menurut definisi yang dirumuskan oleh WHO, kesehatan
adalah sebagai : ”a state of complete physical, mental and social well being
and not merely the absence of disease or infirmity“. (WHO, 1948), adalah
keadaan sejahtera fisik, mental, social tanpa ada keluhan sama sekali (cacat
atau sakit). Dalam UU RI Nomor 23 tahun 1992 kesehatan juga dinyatakan
mengandung dimensi mental dan social : “Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari
badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
social dan ekonomi “.
Pengertian lain, kesehatan adalah keadaan seimbang
yang dinamis, dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pola hidup sehari-hari
seperti makan, minum, seks, kerja, istirahat, hingga pengelolaan kehidupan
emosional. Status kesehatan tersebut menjadi rusak bila keadaan keseimbangan
terganggu, tetapi kebanyakan kerusakan pada periode-periode awal bukanlah
kerusakan yang serius jika orang mau menyadarinya.
2. Manfaat Kesehatan
Dan manfaat olahraga terhadap kesehatan tubuh itu
sendiri juga sudah dijelaskan dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ( olah raga
kesehatan bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan), antara
lain:
1. Peningkatan
Meskipun orang itu bebas penyakit belum tentu orang
itu sehat, dengan mengukur beban latihan yang di berikan pada seseorang, maka
kebugaran dapat di klasifikasi menjadi sangat kurang. Latihan fisik yang
teratur dan terukur di sertai gizi yang cukup akan meningkatkan kebugaran
seseorang. Kebugaran ini ditandai olah daya tahan jantung, otot, kelenturan
tubuh, komposisi tubuh, kecepatan gerak, kelincahan, denyut nadi. Latihan selalu
di monitor agar tidak melebihi denyut yang di perbolehkan antara72-87%
dari denyut yang maksimal.
2. Pencegahan
Olahraga dapat mencegah dampak negatif dari
hopokenisia [kurang gerak], memperlambat proses penuaan, memperlancar proses
kelahiran pada wanita kehamilan.
3. Pengobatan
Membantu proses penyembuhan pada penyakit jantung, kencing
manis, rematik, asma, kropos tulang, dll. Peredaran darah orang yang
berolahraga lebih lancar, sehingga racun yang menumpuk di tubuh cepat di
keluarkan.
4. Pemulihan
Penyandang cacat, kerusakan otak, tuna rungu, epilepsi
dan lain-lain membutuhkan olahraga yang sesuai dengan keadaan yang di penderita.
Apabila penyandang cacat ini tidak melakukan olahraga maka cacatnya akan
bertambah karena terjadi kekurangan gerak, otak menjadi lemah sehingga mudah
timbul penyakit-penyakit, jantung, ginjal, saluran darah dll. Selain itu
olahraga bagi penyandang cacat juga sangat di perlukan untuk menghilangkan
anggapan masyarakat bahwa mereka tidak mampu berbuat apa-apa.
C.
Paradigma
Al-Quran dan As-Sunnah tentang olahraga dan kesehatan
Perlindungan itu tentunya tidak dapat diperoleh
sacara sempurna kecuali bagi mereka yang mengindahkan pentunjuk-petunjuk-Nya.
Maka kata ‘afiat dapat diartikan pula
sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaanya.
Jika sehat di artikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan, maka
agaknya dapat dikatakan bahwa mata yang sehat adalah mata yang dapat melihat
maupun membaca tanpa bantuan kacamata. Tetapi, mata yang ‘afiat adalah yang dapat melihat dan membaca objek-objek yang
bermanfaat serta mengalihkan pandangan dari objek-objek yang bermanfaat serta mengalihkan
pandangan dari objek-objek yang terlarang karena itulah fungsi yang diharapkan
dari penciptaan mata.
Nikmat dari Allah sangat berlimpah tidak terkira : ”Maka jika kamu mau menghitung nikamat
Allah, niscahaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” (QS An Nahl :18). Dan
diantara nikmat yang sangat berharga dan tidak ternilai itu adalah nikmat
kesehatan. Berapa harga mata, indra pendengaran, ginjal, jantung atau hati?
Maukah kamu menukar mata dengan kekayaan dunia beserta isinya? Dr. Harold J.
Morovitz pernah iseng-iseng menaksir harga fisik tubuh manusia beserta
kelengkapanya organ-organnya. Menurutnya bila seseorang berbobot 60 kg maka
nilai tubuhnya berkisar US$ 6 juta atau 60 milyar rupiah (jika kurs US$ 1 = Rp
10.000).
Begitu mahalnya manusia sehingga Al- Qur’an
menegaskan bahwa harga satu orang manusia sama dengan seluruh kehidupan umat
manusia (QS Al-Maidah : 32). Demikian besarnya nikmat kesehatan ini, sehingga
dalam sebuah Hadist, Nabi SAW menggandengkan dua nikmat yang sangat besar bagi
manusia yaitu nikmat iman dan kesehata : “Sesungguhnya
manusia tidak diberi yang lebih baik di dunia daripada keyakinan dan kesehatan
maka mohnlah keduanya kepada Allah SWT”. (HR Ahmad). Dalam Hadist tersebut
Rasullah SAW merangkaikan persyaratan mendasar untuk memperoleh kesejahteraan
dunia dan kesejahteraan bagi kehidupan akhirat.
Iman adalah dasar untuk dapat selamat dalam menempuh
hidup ini dan “terutama untuk kehidupan setelah mati” karena hanya imanlah
satu-satunya yang mengarahkan pandangan bahwa cita-cita kesuksesan hidup jangan
sebatas pengalaman teresterial duniawi
tapi juga harus menembus sekat-sekat alam fisis ketika kelak kita memasuki
pengalaman transcendental saat mati nanti. Sedang kesehatan adalah basis fisik
meraih kesejahteraan hidup di dunia ini, kerena
betapapun banyak nikmat yang dimiliki menjadi tidak bermakna bila
seseorang jatuh sakit. Rasullah mengatakan :
“Orang yang memasuki pagi hari dengan kesehatan yang baik, aman ditempat
kediamannya dan memiliki makanan harianya, maka seolah-olah seluruh kehidupan
dunia initelah di anugerahkan kepadanya “, (HR At-Turmudzi).
Para ulama Salafusshaleh menyatakan bahwa ayat yang
berbunyi : “Kemudian sungguhh kalian akan
dimintai pertanggungjawaban tentang kenikmatan (yang kalian rasakan didunia
ini),” (QS At Takatsur :8), juga mengisyaratkan tentang kesehatan. Seperti
kata Soraya Susan Behbehani : “Tubuh harus dirawat karena ia adalah cetakan
bagi kehidupan dan jiwa ada di dalamnya ; semacam kerang yang mengandung
mutiara yang sedang tumbuh, tanpa kerang tidak akan ada mutiara”.
Simpul-simpul pemeliharaan kesehatan dalam Islam
terletak pada kehidupan yang bersih, aktif, tenang, moderat, adil, porposional,
seimbang dan alami. Jangan melakukan sesuatu dengan mengabaikan kebutuhan diri.
Rasullah SAW menegur beberapa sahabatnya yang bermaksud melampui batas,
bersifat eksterm dan berlebih-lebihan dalam ibadah, seperti dalam sabdanya :
“sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu”. Ketika ada seorang shabat
yang berazam akan berpuasa terus menerus, shalat tahajud sepanjang malam penuh
sehingga kebutuhan jasmaninya terabaikan, Nabi malah mengatakan “Sesungguhnya aku mengawini wanita, memakan
daging, aku tidur, bangun (shalat malam), puasa dan berbuka. Siapa yang tidak
menyukai sunnahku maka ia bukan dari umatku.”
Sayyidina Ali r.a mengatakan : “hiburlah hatimu,
kerena bila ia lelah , hati cenderung menjadi buta”. Siapapun kita telah
ditegaskan oleh Allah bahwa kita tidak dituntut melakukan sesuatu diluar batas
kemampuan kodrat kita :”Allah tidak
membebani seseorang malainkan sesuai dengan
kadar kemampuanya” (QS Al Baqarah : 286). Perintah-perintah dalam
ibadah selalu proposional dengan menjaga keseimbangan kebutuhan materil dan
spiritual.
D. Pandangan Ulama Tentang Olahraga
Syekh Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah
menulis dalam kitabnya yang indah: Ar-Riyadhah An-Nadhirah pada bab
ke-27 tentang olahraga yaitu latihan dan melatih hal-hal yang bermanfaat pada
masa sekarang atau yang akan datang dan melatih dengan cara yang bermanfaat dan
dengannya kita mendapatkan tujuan yang baik. Ada tiga macam olahraga:
1.
Olahraga
badan,
2.
Olahraga
akhlaq,
3.
Olahraga
otak.
Secara singkat
dapat dikatakan bahwa kesempurnaan manusia yang kita maksudkan darinya kekuatan
jasmaninya untuk menyelesaikan berbagai urusan, dan menyempurnakan sifatnya
untuk hidup dengan baik bersama Allah SWT dan sesama makhluk. Agar
seseorang mendapat ilmu yang bermanfaat, dan dengan demikian sempurnalah
seorang hamba, dan kekurangan sesungguhnya terjadi karena hilangnya salah satu
dari ketiga atau dua dari ketiga hal tersebut di atas.
Ketiga hal tersebut
telah dianjurkan oleh agama dan akal. Kalau seandainya hanya
dengan dalil syar’i akal yang besar, yang mana hukum memiliki tujuan-tujuan,
dan sesuatu yang dengannya tercapai perintah-perintah yang lain maka hal
tersebut menjadi wajib dan diperintahkan, baik hal tersebut wajib atau
sunnah,sungguh telah cukup sebagi dalil dan bukti akan perhatian kita terhadap
olah raga dan jenis-jenisnya.
Adapun olah raga tubuh maka menguatkannya
dengan gerakan yang bermacam-macam, berjalan kaki, menunggang kuda, dan
segala jenis gerakan yang beragam, dan setiap kaum mamiliki adat yang tidak ada
perbedaan dalam istilah kalau tidak ada yang
diperingatkan.
Jika kita memperhatikan perintah syari’at pada gerakan-gerakan
tubuh niscaya kita tahu bahwa itu sudah cukup dari yang lainnya.
Gerakan-gerakan dalam bersuci dan shalat dan berjalan untuk ibadah, khususnya
jika hamba tersebut menikmati ibadah tersebut, dan gerakan-gerakan dalam haji
dan umrah dan jihad yang beragam, serta gerakan-gerakan dalam belajar dan
mengajar dan latihan dalam berbicara, menulis, dan beragam hasil pembuatan, dan
huruf kesemuanya masuk dalam olah raga tubuh, dan berbeda manfaat olah raga
badan karena perbedaan tubuh-tubuh serta kuat dan lemahnya, serta rajin dan
malasnya, dan kapan kita melatih dengan berolahraga tubuh pasti akan menguat
anggota tubuh yang lain dan bertambah lincah dan gerakannya mudah serta
bertambah rajin dan kekuatannya semakin baik sehingga dia mampu membantu dalam
urusan-urasan yang bermanfaat, karena olah raga badan dimaksudkan untuk menjadi
penolong bagi dirinya dan orang lain.
Apabila badan sudah kuat dan gerakannya maka akal
bertambah kuat dan bertambah rajin serta berkurang penyakit dan olah raga
menyebabkan terpenuhinya kebutuhan terhadap obat yang dibutuhkan dan sangat
diperlukan bagi orang yang tidak pernah olahraga.
Kita seharusnya tidak menjadikan olahraga badan
sebagai tujuannya dan maksud utama sehingga menghabiskan waktunya dan hilangnya
tujuan yang bermanfaat baik bagi agama dan dunianya, sehingga kita merugi
dengan kerugian yang besar sebagimana
kebanyakan orang yang tidak punya tujuan mulia, akan tetapi tujuan mereka hanya
mengikuti binatang saja, dan tujuan seperti ini sangat hina dan tidak akan
membekas.
Dan adapun olahraga perilaku maka sungguh sangat
sulit dan berat bagi jiwa, namun dia mudah bagi siapa yang Allah SWT mudahkan
untuknya, dan manfaatnya sangat banyak dan tidak terbatas. Demikian itu karena
kesempurnaan seorang hamba adalah dengan berakhlaq yang baik terhadap Allah,
kepada makhluk-Nya, untuk mencapai cinta Allah dan makhluk-Nya, serta untuk
mendapat ketenangan dan ketentraman dengan hidup yang mulia.
Cabang-cabangnya sangat banyak. akan tetapi contoh
tersebut seorang hambah harus melatih dirinya untuk menjalankan segala perintah
Allah yang wajib atasnya,dan menyempurnakannya dengan amalan sunnah yang
dilakukan dengan penuh muraaqabah, dan ihsan sebagaimana sabda Nabi
Muhammad SAW tentang tafsir ihsan dalam ibadah kepada Allah SWT. yaitu: ”Engkau beribadah kepada Allah SWT
seakan-akan melihat-Nya dan kalaupun tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia
melihatmu,” maka hendaknya seorang hambah menghitung dirinya
Untuk menjalankan dengan sempurna atau yang
mendekatinya, agar bisa melengkapi kekurangan dalam hal fardlu, dan
bersungguh-sungguh untuk menjalankannya sesempurna mungkin,dan setiap kali dia
melihat dirinya mulai lemah dan tidak semangat maka dia berusaha untuk
bersungguh-sungguh dan menghitungnya dan dia tahu bahwa hal ini telah
dimudahkan dengannya,dan dia berusaha untuk melengkapi keikhlasan yang
merupakan pokok setiap amal.
Maka suatu amal yang menyebabkan kita terpanggil
untuk mengerjakannya dan menyempurnakannya karena Allah SWT dan mengharap ridho-Nya
dan mendapatkan pahala disisi-Nya, maka amal tersebut diterima baik sedikit
atau banyaknya,dan tujuannya adalah sangat mulia,dan manfaatnya sepanjang
masa,maka tatkala dia melihat dirinya berbuat kesalahan dia akan tetap
menjalankan amalnya dengan jalan yang benar. Jika gerakan, perbuatan dan
perkataan semuanya ikhlas karena Allah, mengharapkn pahala dan keutamaan-Nya,
maka seorang hamba senantiasa membiasakan dirinya dengan amal tersebut hingga
keikhlasan menjadi hal yang biasa baginya, dan senantiasa di Muraqabah Allah
SWT adalah keadaannya dan sifatnya, maka dengan demikian dia menjadi
orang-orang yang ikhlas sekaligus muhsin,dan menjadi mudah baginya mengerjakan
ketaatan, bahkan menjadi mustahil baginya mengalami kesulitan dalam
beribadah,dan itu merupakan keutamaaan yang Allah berikan kepada siapa saja
yang Dia kehendaki.
Dia juga membiasakan dirinya berakhlak yang
mulia sesama makhluk dengan perbedaan kedudukan mereka, maka dia
menyayangi anak kecil, menghormati orang tua, memuliakannya, membantu orang
yang terhina. Dia memaafkan siapa yang menyakitinya, dan dia berikan bantuan
kepada orang yang kikir kepadanya, serta berbuat baik kepada siapa yang berbuat
jahat kepadanya baik dengan perkataan atau pun perbuatan dan dia mengikuti
perintah Allah dalam firman-Nya: ”Maka
hendaklah kamu menolak dengan baik,
apabila ada permusuhan antara kalian berdua, anggaplah dia sebagai teman
yang paling dekat. Sungguh sorga itu tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang
yang sabar dan orang-orang yang memperoleh nasib yang baik.”
Allah SWT
menjelaskan bahwa akhlaq yang baik adalah nasib yang sangat besar dan
tdak diberikan taufik kecuali orang-orang yang sabar dan melatih diri mereka
dan ridho dengan tetap baerakhlak yang baik,dan dia membiasakan bersifat
dengannya,maka membiasakan sesuatu bagi setiap manusia adalah hal yang bisa
terjadi, baik perkataan atau perbuatan, dan bersabar merupakan penolong yang besar mendapatkan
taufik dalam menjalankan akhlak yang
mulia ini, dan juga membiasakan dirinya dengan menasehati sesama makhluk dengan
perkataan dan perbuatannya dan seluruh tingkah lakunya. Karena sesungguhnya
nasehat adalah puncak kebaikan bagi makhluk dan dia merupakan agama yang
hakiki, dan dia juga senantiasa membiasakan sifat benar, adil, dan menyamakan
antara yang nampak dan tidak.
Maka olahraga ini
tidak akan terlaksana semua hak-hak Allah dan hak hamba-Nya kecuali
dengannya, dan setiap urusan dari berbagai urusan membutuhkannya, karena jiwa
selalu merasakan kemalasan, dan tidak mudah dalam menjalankan kebaikan, maka ia
harus bersungguh-sungguh dalam memperbaiki keadaannya.
Adapun olah raga otak adalah menyibukannya dengan ilmu-ilmu yang
bermanfaat dan banyak memikirkan ilmu tersebut dan memulai dengan hal yang
mudah bagi seseorang. Kemudian meningkat lebih tinggi, dan membiasakan otak
agar tetap dengan ilmu yang benar dan murni, dan membersihkannya dari ilmu yang
rusak dan dusta dan hal-hal yang tidak bermanfaat, maka jika kita terbiasa
dengan ilmu yang benar dan bebas dari selainnya,maka sungguh dia telah berjalan
dengan pikiranya dan otaknya pada jalan yang bermanfaat, hendaknya dia tetap
memperbanyak berpikir dan merenung sebagaimana yang Allah SWT menganjurkannya
dalam Al-Quran.
Yang paling
bermanfaat untuk melatih otak adalah membaca firman Allah
SWT dan Sabda Nabi SAW, karena
sesungguhnya di dalamnya adalah obat, petunjuk, secara global dan terperinci,
di dalamnya ilmu yang paling tinggi dan bermanfaat dan paling banyak
maslahatnya bagi hati, agama, dunia dan akhirat.
Memperbanyak mentadabburi Al-Quran dan sunnah
merupakan hal yang paling utama secara mutlak, dan dengannya akan terbuka
pikiran, dan meluas pemikiran dan pengetahuan yang benar, dan otak yang benar,
tidak akan sampai kepada hal tersebut kecuali dengannya, dan demikian pula
memikirkan apa yang Allah SWT perintahkan untuk memikirkannya seperti penciptaan
langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya dari makhlik-makhluk.
Dengan hal tersebut kita bisa memperkuat tauhid,
kenabian dan bukti-bukti hal itu.dan agar kita bisa mengeluarkan darinya
darinya manfaat-manfaat bagi manusia baik agama maupun dunia mereka.maka siapa
yang membiasakan dirinya untuk memikirkan hal-hal ini maka tidak diragukan lagi
bahwa akalnya akan berkembang,dan luas pemahamnnya dan tajam pemikirannya,dan
siapa yang meninggalkan tafakur akan
bekulah otaknya dan dia akan dikuasai oleh pemikiran yang tidak berharga dan
tidak menghilangkan lapar, bahkan bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya.
Dari
pemikiran-pemikiran yang bermanfaat adalah dengan memikirkan
nikmat-nikmat Allah SWT, yang khusus bagi hamba dan umum, dengan demikian hamba
tersebut akan mengetahui bahwa seluruh nikmat adalah dari Allah SWT, dan sesungguhnya tidak ada yang mendatangkan
kebaikan kecuali Allah SWT, dan sungguh tidak ada yang dapat menolak keburukan
dan kejahatan kecuali Allah SWT, dan dengan demikian didapatkan cinta
Allah, dan dengannya hamba dapat menimbang antara nikmat dan musibah, sungguh tidak ada bandingannya dari
berbagai sisi,bahkan musibah tersebut adalah bagian dari hak seorang mukmin
yang menjalankan tugasnya.
Sabar adalah nikmat Allah SWT, maka setiap apa yang
menimpa seorang mukmin adalah baik baginya, karena dia berjalan dengan
keimanannya, dan bersamanya di setiap keadaannya, dan inilah bunga keimanan
yang utama. Demikian pula, pemikiran yang paling bermanfaat adalah memikirkan
kekurangan diri sendiri, dan kekurangan amal. Berusahalah memikirkannya, lalu
berusaha menghilangkan kekurangan-kekurangn tersebut, maka dengan begitu akan
sucilah perbuatan dan sempurnalah
kedaannya. Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita.
E.
Hubungan
Antara Kesehatan Fisik Dengan
Kesehatan Jiwa
Pada dasarnya manusia terdiri dari dua subsistem
yaitu psikis (jiwa atau mental) dan fisik (soma atau badan). Kedua subsistem
yang menyatu pada manusia ini tidak dapat dipisahkan satu dan yang lainnya.
Jika salah satu mengalami gangguan maka akan berpengaruh pada bagian yang lain.
Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa antara pasien yang sakit secara medis
menunjukan adanya gangguan mental seperti stress, depresi, gangguan kepribadian
dan lain-lain. Sebaliknya orang-orang yang dirawat karena gangguan mental juga
menunjukan adanya gangguan fisik, karena itu kondisi kejiwaan atau mental
sesesorang dapat mempengaruhi fungsi tubuhnya. Seperti halnya perubahan emosi
seseorang mampu menambah atau mengurangi rasa sakit yang dideritanya.
Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun dalam bukunya "Kesehatan Mental:
Konsep dan Penerapan" mengatakan; Goldberg (1984) mengungkapkan terdapat
tiga kemungkinan hubungan antara sakit secara fisik dan mental:
1.
Orang mengalami sakit mental disebabkan oleh sakit
fisiknya. Karena kondisi fisiknya tidak sehat, dia tertekan sehungga
menimbulkan akibat sekunder berupa gangguan secara mental.
2.
Sakit fisik yang diderita itu sebenarnya gejala dari
adanya gangguan mental.
3.
Antara gangguan mental dan sakit secara fisik adanya
saling menopang, artinya bahwa orang menderita secara fisik menimbulkan
gangguan secara mental, dan gangguan mental itu turut memperparah sakitnya.
Jelaslah bahwa kesehatan fisik dan kesehatan mental saling berhubungan ,
artinya jika satu terganggu akan membawa pengaruh kepada bagian yang lainnya.
hubungan antara keduanya sangat kompleks meskipun tidak dapat dinyatakan bahwa
satu aspek menentukan yang lainnya.
Untuk menemukan keseimbangan antara jiwa dan raga atau ingin sehat lahir
dan batin maka seseorang itu harus memiliki empat pilar kesehatan. Dalam
bukunya "Alqur'an: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa" Prof. Dr.
dr. H. Dadang Hawari, Psikiater memaparkan antara lain:
a.
Sehat secara
jasmani / fisik (biologic)
b.
Sehat
secara kejiwaan (psikiatrik / psikologik)
c.
Sehat
secara sosial
d.
Sehat secara
spiritual (kerohanian / agama)
Terkait dengan manfaat kesehatan mental dari religiusitas, Abernethy (2000)
mengusulkan ada beberapa mekanisme keagamaan untuk mempengaruhi kesehatan antara
lain:
1. Mengatur
pola hidup individu dengan kebiasaan hidup sehat
2. Memperbaiki
persepsi ke arah positif
3. Memiliki
cara penyelesaian masalah yang spesifik
4. Mengembangkan
emosi positif
5. Mendorong
kepada kondisi yang lebih sehat
F.
Pentingnya
Olahraga Dalam Agama Islam
Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi
ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia
dengan Sang Khalik-nya dan alam syurga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan
yang bersifat komprehensi, harmonis, jelas dan logis. Dan salah satu kelebihan
Islam adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu
maupun masyarakat.
“Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi
Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai
dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan
dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Agama islam dan olahraga
memiliki korelasi atau hubungan dengan olahraga dikarenakan setiap olahraga selalu mengedapankan sportifitas yang
tak lain sangat berhubungan erat dengan kejujuran,
kejujuran sangat perlu ditanamkan dalam setiap insan olahraga demi menjaga citra sportif dalam setiap pertandingan.
Olahraga juga harus memilik
insan-insan yang bertakwa dan beriman dikarenakan semua kegiatan olahraga terutama dicabang-cabang tertentu
memerlukan kejujuran, selain kejujuran diperlukan rasa
tanggung jawab dalam setiap hal. Olahraga berkaitan
dengan ibadah karena kita berolahraga agar badan sehat dan jika bedan sehat kita dapat menjalankan ibadah dengan baik, sehingga kita tidak
hanya memikirkan keadan jasmaniah saja tetapi juga
rohaniah seperti kata orang bijak “mensana in corporesano”
yan artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
Dan agama
merupakan penyeimbang dari olahraga karena tidak mungkin kita hanya memuaskan hasrat untuk berolahraga tetapi
agama digunakan untuk memuaskan hasrat dalam mendekatkan diri kepa ALLAH SWT, sebagai Tuhan yang telah
menciptakan kita yang telah memberikan
badan yang sehat, keterampilan dan kemampuan khusus sebagai penunjang kita
dalam berolahraga. Agama islam dan olahraga memiliki korelasi atau
hubungan dengan olahraga dikarenakan setiap olahraga selalu mengedapankan
sportifitas yang tak lain sangat berhubungan erat dengan kejujuran, kejujuran
sangat perlu ditanamkan dalam setiap insan olahraga demi menjaga citra sportif
dalam setiap pertandingan.
Olahraga juga harus memilik insan-insan yang bertakwa dan beriman
dikarenakan semua kegiatan olahraga terutama dicabang-cabang tertentu
memerlukan kejujuran, selain kejujuran diperlukan rasa tanggung jawab dalam
setiap hal. Olahraga berkaitan dengan ibadah karena kita berolahraga agar badan
sehat dan jika bedan sehat kita dapat menjalankan ibadah dengan baik, sehingga
kita tidak hanya memikirkan keadan jasmaniah saja tetapi juga rohaniah seperti
kata orang bijak “mensana in corporesano” yan artinya didalam tubuh yang sehat
terdapat jiwa yang sehat.
Dan agama merupakan penyeimbang dari olahraga karena tidak mungkin kita
hanya memuaskan hasrat untuh berolahraga tetapi agama digunakan untuk memuaskan
hasrat dalam mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, sebagai Tuhan yang telah
menciptakan kita yang telah memberikan badan yang sehat, keterampilan dan
kemampuan khusus sebagai penunjang kita dalam berolahraga.
Ada juga kesan yang menyatakan bahwa
agama Islam “mengharamkan” olahraga sehingga negara-negara berpenduduk
mayoritas Muslim, tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga.
Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Nabi Muhammad saw, menurut sebuah hadis
riwayat Imam Bukhari, menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam
yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu menguasai bidang-bidang olahraga.
Terutama berkuda, berenang, dan memanah. Tiga jenis olah raga yang dianjurkan
Nabi Muhammad saw itu, dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga
yang ada pada zaman sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan,
keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi.
Salah
satu olahraganya adalah beladiri. Dimana beladiri adalah sarana untuk menempa diri, yang pada ujungnya untuk mengenal Penciptanya Berawal dari olah fisik
dan raga, membuat praktisinya mengenal kekuatan dan
kelemahan diri (tubuh)manusia. Semakin menyadari bahwa
selain fisik manusia juga punya
aspek mental, emosi, bagian energi dan atau tubuh non fisik lainnya. Dengan
menyadari tubuh fisik, kemudian diharapkan menyadari tubuh yang
non-fisik, energi, jiwa dan roh-nya. Sebab Sang Pencipta
adalah Ruh yang hanya bisa digapai oleh ruh juga. Inilah ujungnya
ilmu beladiri. Kendati tidak semua aliran beladiri punya aspek lengkap ini,
setidaknya pencak silat masih memiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar