Wilayah Kabupaten Mojokerto terletak di antara 11120'13'' sampai
dengan 11140'47'' bujur timur dan antara 718'35'' sampai dengan 747''
lintang selatan. Secara geografis Kabupaten Mojokerto tidak berbatasan
dengan pantai, hanya berbatasan dengan wilayah kabupaten lainnya:
Sebelah Utara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Sebelah Timur
Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. Sebelah Selatan Kabupaten
Malang. Sebelah Barat Kabupaten Jombang. Disamping itu wilayah Kabupaten
Mojokerto juga mengitari wilayah Kota Mojokerto yang terletak di
tengah-tengah wilayah Kabupaten Mojokerto . Pada umumnya ketinggian
wilayah kecamatan di Kabupaten Mojokerto rata-rata berada <500 m di
atas permukaan laut, dan hanya Kecamatan Pacet dan Trawas merupakan
daerah terluas yang memiliki daerah dengan ketinggian >700 m di atas
permukaan laut.
Kabupaten Mojokerto terletak pada bentang alam yang bervariasi,
dimana sangat kaya akan sumber daya alam yaitu mempunyai tanah yang
subur terutama untuk daerah bagian selatan, dikarenakan untuk wilayah
tersebut terletak pada dataran tinggi yang mayoritas dihasilkan banyak
macam buah seperti apel, alpukat, pisang, durian dan lain-lain. Wilayah
tersebut antara lain Kecamatan Pacet, Jatirejo, Trawas serta Ngondang.
Namun untuk wilayah utara juga merupakan dataran tinggi batu kapur yang
kurang subur akan tetapi pepohonan kayu putih dan pohon jati masih
banyak dibudidayakan diwilayah area Dawar Blandong yang tidak lain
merupakan kecamatan terluas daerahya . Untuk daerah yang dekat dengan
wilayah kota dan daerah perbatasan bagian timur seprti Mojosari dan
Ngoro merupakan daerah dataran rendah penghasil tanaman palawija cabai,
jagung, beserta padi. Kekayaan sumberdaya alam tersebut berakibat pada
perkembangan penduduk dan aspek-aspek sosial ekonomi lain yang cukup
pesat pula, sehinga berakibat pula pada bentuk pemanfaatan sumberdaya
alam yang bervariatif yang selalu meningkat.
B. Sumber Daya Manusia
Letak Kabupaten Mojokerto yang dekat dan memiliki keterkaitan dengan
Kota Surabaya telah memberikan daya tarik dan keuntungan lokasi yang
strategis. Posisi tersebut mengakibatkan, di satu sisi perkembangan
Kabupaten Mojokerto dipengaruhi dari perekonomian Kota Surabaya di pihak
lain memberikan peluang dan kesempatan bagi Kabupaten Mojokerto untuk
mengoptimalisasikan seluruh potensinya dan menggaet limpahan modal dari
Surabaya. Dengan keadaan demikian, sumber daya manusia untuk sekitar
wilayah mojokerto sudah diakui telah menciptakan generasi-generasi yang
berdaya saing. Di dukung dengan sekolah-sekolah unggulan yang telah
menyabet banyak penghargaan besarta fasilitas pendidikan yang sudah
cukup memadai. Untuk kecamatan yang penyumbang prestasi paling besar
untuk wilayah kabupaten Mojokerto yaitu kecamatan Sooko, yang berbatasan
langsung dengan bagian kota selatan. Namun untuk wilayah kependidikan
terlengkap terletak di kecamatan Jabon dan Bangsal yang berbatasan
langsung dengan wilayah Timur kota Mojokerto serta jalan umum tujuan
Surabaya.
C. Kebudayaan
1. Pengantin Mojoputri
Sebagai kekayaan budaya masyarakat Mojokerto tata rias pengantin
Mojoputri diangkat dari bukti hasil penelitian-penelitian sejarah.
Busana pengantin Mojoputri yang merupakan hasil alkuturasi budaya yang
berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri yang menyolok tata rias
pengantin Mojoputri yang mengikuti corak dandanan jaman Majapahi, jaman
kebesaran Islam Demak-Mataran dan jaman penjajahan Belanda. Busana
pengantin Mojoputri biasanya dikenakan oleh masyarakat Mojokerto yang
melangsungkan suatu pernikahan.Sebagai kekayaan budaya masyarakat
Mojokerto tata rias pengantin Mojoputri diangkat dari bukti hasil
penelitian-penelitian sejarah. Busana pengantin Mojoputri yang merupakan
hasil alkuturasi budaya yang berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri
yang menyolok tata rias pengantin Mojoputri yang mengikuti corak
dandanan jaman Majapahi, jaman kebesaran Islam Demak-Mataran dan jaman
penjajahan Belanda. Busana pengantin Mojoputri biasanya dikenakan oleh
masyarakat Mojokerto yang melangsungkan suatu pernikahan. Buat anda
pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan tidak ada salahnya
menggunakan busana penganting Mojoputri ini siapa tahu lebih keren dan
ikut melestarikan budaya ala kerajaan Majapahit.
2. Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa
Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung
Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan
liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat
itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki
hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap.
Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan
kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya. Dari kejadian itu
Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah
atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan
kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai
pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya
menggambarkan, gerakan - gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang
berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik
terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga
dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai
dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai.
3.Peninggalan Ujung Majapahit
Pada masa R.Wijaya membuka (babat) hutan tarik yang kemudian hari bakal
menjadi pusat Kerajaan Majapahit bersama pendukungnya mengalami berbagai
kesulitan hambatan dan perlawanan dari para danyang,jin,peri,perayangan
untuk menambah kekuatan fisik dan mental spiritual, R. Wijaya
memberikan bekal jaya kawijayan/kesaktian menggunakan senjata Sodo
Lanang. Atraksi kesenian ujung diadakan pada saat hari baik tatkala
bulan purnama ditempat khusus seperti tanah lapang,muka balai desa,muka
pendopo Agung dan candi-candi peninggalan Majapahit. Kesenian Ujung
perkembangannya sekarang menampilkan bentuk kreatif antara lain dengan
menggunakan alat-alat pukul "Sodo Lanang" dalam ukuran gede ditambah
dengan penampilan sehingga seperti reog/jahilan,Warog Ponorogo,lawak
lokal dan tampilan penari-penari cantik sehingga semakin memukau yang
menyaksikan.
4. Ujung
Kesenian Ujung tumbuh menjadi kesenian rakyat sebagai visualisasi
perjuangan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, pada saat
mengalahkan bala tentara Tartar. Dalam atraksi kesenian ujung, dua orang
petarung atau lebih melakukan aksi saling cambuk satu sama lain
menggunakan rotan. Pertarungan dilakukan secara sportif dan dalam
suasana bersahabat meski terkadang sampai bercucuran darah. Rotan adalah
simbol senjata "Sodo Lanang" yang digunakan Raden Wijaya dalam
pertempuran melawan bala tentara Tar-tar.
5. Ludruk
Ludruk termasuk seni teater tradisional yang sangat digemari oleh
masyarakat Mojokerto. Untuk menarik para penggemar seni teater ludruk
pada pegelarannya sudah mulai dikembangkan dan banyak kreasi baru.
Penampilan yang lebih segar memberikan pesona tersendiri bagi
penggemarnya. Kesenian ludruk terdapat di sekitar Kecamatan Kemlagi dan
Jetis.
6. Kuda Lumping
Kesenian Kuda Lumping adalah gambaran dari sebuah refleksi proses
kehidupan sosial masyarakat, dalam keberadaan dan perkembangannya di
wilayah Kabupaten Mojokerto cukup positif. Kesenian ini berlokasi
disekitar Dsn. Kaligoro Ds. Kaligoro Kutorejo.
D. Sektor Parawisata
Kabupaten Mojokerto terkenal akan sejarah kerajaan yang telah
menyatukan nusantara sekitaran abad ke-14, kerajaan yang didirikan oleh
raden Wijaya tersebut telah meninggalkan benda-bendah sejarah seperti
arca, gerabah, serta candi yang menjadi daya tarik turis local untuk
berkunjung ke wilayah kabupaten Mojokerto tepatnya kecamatan Trowulan.
Kecamatan seluas 100 KM2 ini akan memberikan pengetahuan tentang
sejarah Majapahit dengan peninggalan-peninggalan yang dimilikinya,
Seperti:
1. Reco Lanang.
Reco Lanang adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran
tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani
Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah
timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan
yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam
perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit. Dengan
kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas
mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat
dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha
memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap
jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di
wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat
arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang
dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti
patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.
2. Candi Bajang Ratu
Gapura yang berbentuk PADU RAKSA ini mempunyai tiga bagian : kaki,
tubuh, dan atap. Mempunyai sayap dan pagar tembok di kedua sisinya. Ada
hiasan pada bagian atap berupa Kepala Kala diapit Singa. Relief
Matahari, Naga berkaki, Kepala Garuda, dan Relief bermata satu. Di
bagian kaki menggambarkan cerita Sri Tanjung mempunyai fungsi sebagai
pelindung atau penolak marabahaya dan pada sayap kanan dihiasi relief
cerita Ramayana. Kanan kiri pintu diberi pahatan berupa binatang
bertelinga panjang. Gapura ini ada hubungannya dengan Raja Jayanegara.
Gapura Bajangratu dibangun dari bata yang direkatkan satu sama lainnya
degan sistem gosok, kecuali pada ambang pintu dan anak tangga terbuat
dari batu andesit. Denah bangunan berbentuk empat persegi panjang
berukuran panjang 11,5 m, lebar 10,5 m. Tinggi bangunan 16,5 m dan
lorong pintu masuk lebarnya 1,4 m. Lokasinya berada du Dukuh Kraton,
Desa Temon, Kecamatan Trowulan.
3. Candi Tikus
Candi Tikus merupakan replika atau lambang Mahameru. Candi ini disebut
Candi Tikus karena sewaktu ditemukan merupakan tempat bersarangnya tikus
yang memangsa padi petani. Di tengah Candi Tikus terdapat miniatur
empat buah candi kecil yang dianggap melambangkan Gunung Mahameru tempat
para dewa bersemayam dan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam
bentuk air mengalir dari pancuran-pancuran/jaladwara yang terdapat di
sepanjang kaki candi. Air ini dianggap sebagai air suci amrta, yaitu
sumber segala kehidupan. Arsitektur bangunan melambangkan kesucian
Gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Menurut
kepercayaan Hindu, Gunung Mahameru merupakan tempat sumber air Tirta
Amerta atau air kehidupan, yang dipercaya mempunyai kekuatan magis dan
dapat memberikan kesejahteraan, dari mitos air yang mengalir di Candi
Tikus dianggap bersumber dari Gunung Mahameru. Lokasinya berada di Desa
Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
4. Kolam Segaran
Kolam segaran merupakan bangunan kolam kuno terbesar yang mencerminkan
kemampuan Kerajaan Mojopahit beradaptasi dengan lingkungannya. Menurut
cerita kolam ini digunakan untuk rekreasi dan menjamu tamu-tamu Kerajaan
Mojopahit. Orang yang pertama kali menemukan kolam ini adalah Ir. Henry
Maclain Pont pada tahun 1926. Bentuk denah kolam empat persegi panjang
berukuran panjang 375 m dan lebar 125 m. Dinding kolam setinggi 3,16 m,
sementara lebarnya 1,6 m. Lokasinya berada di Dukuh Trowulan,Desa
Trowulan, KecamatanTrowulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar