Menanam Padi

Menanam Padi

Sabtu, 13 Agustus 2016

paket outbound 2 hari 1 malam pacet

Wilayah Kabupaten Mojokerto terletak di antara 11120'13'' sampai dengan 11140'47'' bujur timur dan antara 718'35'' sampai dengan 747'' lintang selatan. Secara geografis Kabupaten Mojokerto tidak berbatasan dengan pantai, hanya berbatasan dengan wilayah kabupaten lainnya: Sebelah Utara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Sebelah Timur Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. Sebelah Selatan Kabupaten Malang. Sebelah Barat Kabupaten Jombang. Disamping itu wilayah Kabupaten Mojokerto juga mengitari wilayah Kota Mojokerto yang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten Mojokerto . Pada umumnya ketinggian wilayah kecamatan di Kabupaten Mojokerto rata-rata berada <500 m di atas permukaan laut, dan hanya Kecamatan Pacet dan Trawas merupakan daerah terluas yang memiliki daerah dengan ketinggian >700 m di atas permukaan laut.

Kabupaten Mojokerto terletak pada bentang alam yang bervariasi, dimana sangat kaya akan sumber daya alam yaitu mempunyai tanah yang subur terutama untuk daerah bagian selatan, dikarenakan untuk wilayah tersebut terletak pada dataran tinggi yang mayoritas dihasilkan banyak macam buah seperti apel, alpukat, pisang, durian dan lain-lain. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Pacet, Jatirejo, Trawas serta Ngondang. Namun untuk wilayah utara juga merupakan dataran tinggi batu kapur yang kurang subur akan tetapi pepohonan kayu putih dan pohon jati masih banyak dibudidayakan diwilayah area Dawar Blandong yang tidak lain merupakan kecamatan terluas daerahya . Untuk daerah yang dekat dengan wilayah kota dan daerah perbatasan bagian timur seprti Mojosari dan Ngoro merupakan daerah dataran rendah penghasil tanaman palawija cabai, jagung, beserta padi. Kekayaan sumberdaya alam tersebut berakibat pada perkembangan penduduk dan aspek-aspek sosial ekonomi lain yang cukup pesat pula, sehinga berakibat pula pada bentuk pemanfaatan sumberdaya alam yang bervariatif yang selalu meningkat.


B. Sumber Daya Manusia
Letak Kabupaten Mojokerto yang dekat dan memiliki keterkaitan dengan Kota Surabaya telah memberikan daya tarik dan keuntungan lokasi yang strategis. Posisi tersebut mengakibatkan, di satu sisi perkembangan Kabupaten Mojokerto dipengaruhi dari perekonomian Kota Surabaya di pihak lain memberikan peluang dan kesempatan bagi Kabupaten Mojokerto untuk mengoptimalisasikan seluruh potensinya dan menggaet limpahan modal dari Surabaya. Dengan keadaan demikian, sumber daya manusia untuk sekitar wilayah mojokerto sudah diakui telah menciptakan generasi-generasi yang berdaya saing. Di dukung dengan sekolah-sekolah unggulan yang telah menyabet banyak penghargaan besarta fasilitas pendidikan yang sudah cukup memadai. Untuk kecamatan yang penyumbang prestasi paling besar untuk wilayah kabupaten Mojokerto yaitu kecamatan Sooko, yang berbatasan langsung dengan bagian kota selatan. Namun untuk wilayah kependidikan terlengkap terletak di kecamatan Jabon dan Bangsal yang berbatasan langsung dengan wilayah Timur kota Mojokerto serta jalan umum tujuan Surabaya.


C. Kebudayaan
1. Pengantin Mojoputri
Sebagai kekayaan budaya masyarakat Mojokerto tata rias pengantin Mojoputri diangkat dari bukti hasil penelitian-penelitian sejarah. Busana pengantin Mojoputri yang merupakan hasil alkuturasi budaya yang berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri yang menyolok tata rias pengantin Mojoputri yang mengikuti corak dandanan jaman Majapahi, jaman kebesaran Islam Demak-Mataran dan jaman penjajahan Belanda. Busana pengantin Mojoputri biasanya dikenakan oleh masyarakat Mojokerto yang melangsungkan suatu pernikahan.Sebagai kekayaan budaya masyarakat Mojokerto tata rias pengantin Mojoputri diangkat dari bukti hasil penelitian-penelitian sejarah. Busana pengantin Mojoputri yang merupakan hasil alkuturasi budaya yang berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri yang menyolok tata rias pengantin Mojoputri yang mengikuti corak dandanan jaman Majapahi, jaman kebesaran Islam Demak-Mataran dan jaman penjajahan Belanda. Busana pengantin Mojoputri biasanya dikenakan oleh masyarakat Mojokerto yang melangsungkan suatu pernikahan. Buat anda pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan tidak ada salahnya menggunakan busana penganting Mojoputri ini siapa tahu lebih keren dan ikut melestarikan budaya ala kerajaan Majapahit.

2. Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya. Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan - gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai.


3.Peninggalan Ujung Majapahit
Pada masa R.Wijaya membuka (babat) hutan tarik yang kemudian hari bakal menjadi pusat Kerajaan Majapahit bersama pendukungnya mengalami berbagai kesulitan hambatan dan perlawanan dari para danyang,jin,peri,perayangan untuk menambah kekuatan fisik dan mental spiritual, R. Wijaya memberikan bekal jaya kawijayan/kesaktian menggunakan senjata Sodo Lanang. Atraksi kesenian ujung diadakan pada saat hari baik tatkala bulan purnama ditempat khusus seperti tanah lapang,muka balai desa,muka pendopo Agung dan candi-candi peninggalan Majapahit. Kesenian Ujung perkembangannya sekarang menampilkan bentuk kreatif antara lain dengan menggunakan alat-alat pukul "Sodo Lanang" dalam ukuran gede ditambah dengan penampilan sehingga seperti reog/jahilan,Warog Ponorogo,lawak lokal dan tampilan penari-penari cantik sehingga semakin memukau yang menyaksikan.

4. Ujung
Kesenian Ujung tumbuh menjadi kesenian rakyat sebagai visualisasi perjuangan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, pada saat mengalahkan bala tentara Tartar. Dalam atraksi kesenian ujung, dua orang petarung atau lebih melakukan aksi saling cambuk satu sama lain menggunakan rotan. Pertarungan dilakukan secara sportif dan dalam suasana bersahabat meski terkadang sampai bercucuran darah. Rotan adalah simbol senjata "Sodo Lanang" yang digunakan Raden Wijaya dalam pertempuran melawan bala tentara Tar-tar.

5. Ludruk
Ludruk termasuk seni teater tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat Mojokerto. Untuk menarik para penggemar seni teater ludruk pada pegelarannya sudah mulai dikembangkan dan banyak kreasi baru. Penampilan yang lebih segar memberikan pesona tersendiri bagi penggemarnya. Kesenian ludruk terdapat di sekitar Kecamatan Kemlagi dan Jetis.

6. Kuda Lumping
Kesenian Kuda Lumping adalah gambaran dari sebuah refleksi proses kehidupan sosial masyarakat, dalam keberadaan dan perkembangannya di wilayah Kabupaten Mojokerto cukup positif. Kesenian ini berlokasi disekitar Dsn. Kaligoro Ds. Kaligoro Kutorejo.



D. Sektor Parawisata

Kabupaten Mojokerto terkenal akan sejarah kerajaan yang telah menyatukan nusantara sekitaran abad ke-14, kerajaan yang didirikan oleh raden Wijaya tersebut telah meninggalkan benda-bendah sejarah seperti arca, gerabah, serta candi yang menjadi daya tarik turis local untuk berkunjung ke wilayah kabupaten Mojokerto tepatnya kecamatan Trowulan. Kecamatan seluas 100 KM2 ini akan memberikan pengetahuan tentang sejarah Majapahit dengan peninggalan-peninggalan yang dimilikinya, Seperti:

1. Reco Lanang.
Reco Lanang adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit. Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut